Aceh Utara – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Aceh Utara kembali melaksanakan kegiatan sosial keagamaan melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an yang bersumber dari para donatur kepada lembaga pendidikan Islam dan balai pengajian di Kabupaten Aceh Utara.(senin, 08-06-2026).
Penyaluran wakaf Al-Qur’an tersebut diberikan kepada Dayah Tahfidzul Qur’an Ar-Raudhah yang berlokasi di Meunasah Asan AB dan dipimpin oleh Abi Abdul Hamid, S.Sy, serta Balai Pengajian Baitussabri di Meunasah Rambot, Kecamatan Lhoksukon, yang dipimpin oleh Umi Aminah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian dan syiar Al-Qur’an yang terus digalakkan oleh PD IPARI Aceh Utara guna mendukung tersedianya sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi santri, jamaah pengajian, serta masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, perwakilan PD IPARI Aceh Utara menyampaikan bahwa wakaf Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang memiliki manfaat berkelanjutan. Melalui program ini, para donatur turut berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani yang mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Wakaf Al-Qur’an bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima saat ini, tetapi juga menjadi investasi akhirat bagi para donatur selama mushaf tersebut terus dibaca dan dipelajari,” ujar perwakilan PD IPARI Aceh Utara.
Pimpinan Dayah Tahfidzul Qur’an Ar-Raudhah yang diwakili oleh dewan guru, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, keberadaan mushaf Al-Qur’an yang memadai sangat penting dalam menunjang kegiatan tahfiz dan pembelajaran para santri di dayah.
Sementara itu, Umi Aminah, pimpinan Balai Pengajian Baitussabri, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut memiliki makna yang sangat besar bagi lembaganya. Balai Pengajian Baitussabri diketahui merupakan salah satu lembaga yang sempat terdampak musibah banjir yang melanda wilayah Aceh Utara pada akhir tahun 2025 lalu. Bencana tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah aktivitas pembelajaran serta berdampak pada sarana dan fasilitas yang digunakan dalam kegiatan pengajian.
“Alhamdulillah, bantuan wakaf Al-Qur’an ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan PD IPARI Aceh Utara atas kepedulian yang diberikan,” ungkapnya.
PD IPARI Aceh Utara berharap program wakaf Al-Qur’an dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak dayah, balai pengajian, serta lembaga pendidikan Islam lainnya di berbagai wilayah. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, program ini juga menjadi sarana mempererat kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Melalui kolaborasi antara para donatur, tokoh agama, dan lembaga pendidikan Islam, PD IPARI Aceh Utara optimis bahwa upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang luas bagi generasi mendatang.













